di titik akhir

bagaimana mungkin berjalan dengan kepala tegak, sedang dengung-dengung hina berkeliaran disekitarmu?

bukan sekali ini kemudian kamu menertawakan binatang-binatang yang matanya jalang menelanjangimu, tapi ludah pekatmu jatuh diatas mereka…

kini,

busuk, sama saja dengan mereka, ketika malam meracunimu, dan kau…

selesai,

ini titik akhir…..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s