di senja itu

saya tak lagi ingin mencurinya, saya akan membiarkan senja itu tetap disana, menggantung, merah dan pudar

saya tak lagi ingin mencuri senja itu, karna….

ada kita yang duduk di sudut terminal melihat siapa-siapa yang datang, siapa-siapa yang pergi
ada kita yang duduk bersisian berbicara tentang hari kemarin, harimu, memperdebatkan hal-hal sepele
ada saya yang sibuk memperhatikan setiap gerakanmu, caramu berbicara, mencoba mencuri-curi untuk masuk ke celah matamu; mata indah yang sama, yang selalu membuat saya tenggelam
ada saya yang sibuk bergelut dengan perasaan-perasaan, menebak-nebak segala kekakuan kita….

saya tidak ingin lagi berharap bisa mencuri senja untukmu, karena saat ini, di senja ini saya duduk bersisian denganmu

di senja itu..merahnya menelan bayangmu saat kau berbalik pergi, punggungmu bergerak dan hilang…

di senja itu….

kau sama saja, dengan segala kebebasanmu yang membuat saya selalu jatuh cinta, di senja itu kau hilang, tak benar-benar hilang hanya larut dalam hari dan kita kembali di masing-masing sunyi….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s