di dua november lalu….

jika saja masih bisa melewati dua november, mungkin saya saat ini sedang berdiri dihadapanmu, menyanyikan lagu yang di tiap dua november selalu saja saya senandungkan, meski suara tak semerdu pemenang lomba pencarian bakat…

How long will I love you
As long as stars are above you
And longer if I may*

********************************************

di dua november lalu, yang abu-abu, yang tanahnya basah….tidak lagi ada tanah yang berselimut daun-daun kering…lewat sudah musim gugur realino* yang kuning, yang teduh

di dua november dua tahun lalu

bersisian tak berjarak, meraba tapak demi tapak, menghitung detik dan….

di dua november lalu jadi semacam kisah yang saya tulis di lembar-lembar catatan dan kemudian menyimpannya dalam tas, membawanya sambil sekali-kali membaca tiap-tiap huruf yang tergores.

apakah kita akan saling melupakan layaknya saling mengingatkan ingatan-ingatan yang selalu datang?dimanakah bermukimnya cerita saat huruf-hurufnya pudar?

mungkin kita hanya perlu berjalan lebih jauh lagi, sekali lagi, mencari-cari apa-apa yang telah kita tinggalkan atau memang harus meninggalkannya….

di dua november kini sama saja dengan yang lalu….

jika saja masih bisa saya lewati dua november sama seperti yang sudah-sudah

*Lirik : Ellie Goulding: How Long Will I Love You

*musim gugur realino: hanya ada di Indonesia bagian Universitas Sanata Dharma, saat daun-daun kuning gugur, saat lapangan realino berhias dengan guguran daun

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s