mengingat waktu…

sebuah catatan tentang ingatan

ada rindu yang tiba-tiba menyeruak masuk, mengendap-endap dipikiranku, rindu tentang dirimu, rindu ocehanmu yang bahkan lebih riuh dari kumpulan pedagang di pagi hari. sayang rindu ini tak bisa bermuara, karena saya sangat menikmati rasa rindu yang mengombang-ambing, seperti mencintaimu yang membawaku menjelajah laut.

wahai laki-laki yang telah membuat saya jatuh cinta berkali-kali, berkali-kali, terus jatuh cinta terus-menerus di tiap-tiap hari. sebuah penolakan keras untuk mengakui bahwa saya ternyata jatuh cinta pada kamu; laki-laki yang bahkan tidak pernah mampir dalam mimpiku. saya mencoba mengingat kembali waktu yang membuat saya jatuh cinta padamu, mungkin sebagian ada yang luput dari ingatan, wajar saja karena selama ini saya tidak pernah mengakui bahwa saya jatuh cinta pada kamu.

ingatan pertama, mungkin 3 atau empat tahun lalu..hmm empat tahun lalu saya yakin empat tahun lalu itu adalah tahun pertama kita bertemu, tapi maaf saya lupa dimana tepatnya kita bertemu. mungkin dikampusku, mungkin di warung kopi, mungkin di angkringan, entahlah saya lupa. kita sekedar berkenalan saat itu, saya bahkan tidak menyimpan dengan baik namamu dalam ingatan saya. pertemuan saat itu selesai. di tahun yang sama saya berkunjung kekotamu, atas dasar undangan sebuah kegiatan organisasi tentu saja, dan kita bertemu lagi, berkenalan kembali, kemudian lupa, ya saya lupa lagi. apakah saat itu kamu menarik perhatianku? ya tentu saja, dengan postur tubuhmu, mata kecilmu yang lebih mirip sebuah titik saking kecilnya, dan juga makian khasmu. oh ya saya lupa, aroma tubuhmu, bukan karena kamu memakai parfume atau cologne yang biasa dijual dengan wangi yang lumaya, bukan..aroma tubuhmu khas, wangi kanak-kanak. saya suka, sekedar suka tentu saja.

ingatan kedua, di penghujung tahun yang sama, kita pun menjadi karib di dunia maya, dan sial kau mendeklarasikan saya sebagai milikmu, sebagai perempuanmu, asu! umpatku saat itu. tapi saya bisa apa, toh saya tau ini sekedar gurauan murahan dari kamu. bertukar kabar, bertegur sapa, memaki dan memuji, rangkaian pesan-pesan singkat adalah rutininitas kita. hey jangan salah, saat itu saya sedang jatuh cinta pada laki-laki lain, dan kau pun setauku sedang mendekati seorang perempuan lain.

ingatan ketiga, adalah saat kau berkunjung kesekian kalinya dikotaku, saat kota ini sedang berselimut debu, sedang berwarna abu-abu; kau datang berkunjung. kau memintaku datang menemuimu disebuah tempat dan saya menyanggupinya. kita pun pergi mencari makan, seingatku kau ingin sekali makan ayam bakar saat itu. kau makan lahap sekali, begitu lahapnya sampai hidangan itu tandas di menit kesekian setelah disajikan dihadapanmu.

ingatan keempat dan berikutnya adalah hal-hal sepele mengenai ingatanku tentangmu, bagaimana kamu yang saat itu berbaring disampingku melafalkan lantunan-lantunan ayat suci Quran dengan merdu mengikuti suara yang terdengar dari radio. kau sempat memberitahuku tentang ayat suci itu juga artinya, saya hanya tertawa kencang, merasa takjub masih ada aja laki-laki macam kamu yang melantukan ayat-ayat suci dan kau pun tertidur. saya lalu mengambil sebatang rokok dan berjalan keluar untuk mengebulkan asap-asap dari lintingan tembakau. malam itu saya mungkin telah jatuh cinta padamu, tapi tidak saya tidak mencintaimu.

dihari-hari berikutnya, di ingatan yang lain, saya ingat kamu pernah bertanya apakah saya merokok dan minum alkohol dan saya jawab ‘ya’. kau kecewa, saya tau kau kecewa karena kemudian kau berkata padaku bahwa tidak suka perempuan merokok, minum boleh asal jangan merokok. saya cuek, tetap saja merokok, hingga kemudian kita bersepakat bahwa selama bersamamu saya tidak boleh merokok. “hanya orang bodoh yang merokok” katamu saat itu dengan muka cemberut yang lucu.

hari-hari berikutnya kita lewati biasa saja, kunjunganmu kekotaku tidak sesering dulu, pun kalau kau datang jarang kita berjumpa. sibuk masing-masing dan kau sibuk mendekati perempuan lain. hei kau jatuh cinta sampai mampus ternyata pada perempuan itu. yang kemudian saya tau betapa hebat luka yang kau rasakan akibat penolakannya. maaf saat tau kau patah hati saya tertawa begitu keras, karena tidak percaya bahwa orang macam kamu bisa jatuh cinta dan menghamba pada sebuah perasaan delusi.

untuk laki-laki yang ternyata sudah membuat saya jatuh cinta,

saat menuliskan catatan ingatan ini saya tertawa, setelah patah hati kemarin saya tertawa puas, karena saya sadar dari hubungan-hubungan lalu saya dengan laki-laki lain, dari segala macam rasa sakit dan patah hati dari segala bahagia yang dibawa waktu ternyata saya sadar saya jatuh cinta sama kamu. saya tau kamu tidak merasakan hal itu, yang kamu mau hanya membuat saya bahagia dengan caramu. menyuruh saya bahagia lebih tepatnya. hahahhaha….kau dengan segala lakumu, sikapmu, celotehmu, yang egois, kasar, tengil dan seenak jidatnya sendiri sudah membuat saya bahagia. ternyata saya bahagia jatuh cinta denganmu.

wahai laki-laki yang sudah membuat saya bahagia,

saya kini tau jawabnya mengapa kamu yang saya cari disaat saya mengalami badai, saat jatuh cinta dengan laki-laki lain, saat terluka. bukan pundakmu yang saya cari, juga bukan suaramu yang (ternyata) merdu yang mampu menenangkan saya, tapi hadirmu, hadirmulah yang membuat kepala saya tegak kembali, menghapus airmata dan kemudian jalan lagi.

saya kini tau mengapa kemudian dengan gampangnya saya berhenti merokok dan minum alkohol, karena kau pernah berkata kau tak suka aroma asap rokok, dan bibir yang berasa alkohol.

saya jatuh cinta berkali-kali dengan orang yang bukan kamu, patah hati pun bukan dengan kamu, mengetahui kau pacaran dengan perempuan yang bukan aku, dan kemudian disaat yang sama saya mendapati kau berubah, bukan lagi laki-laki yang saat tidurnya melantukan ayat suci, bukan lagi laki-laki dengan aroma kanak-kanak; tapi laki-laki dengan amarah yang besar, dendam yang menganga pada rongga hidupmu, dan rasa manusiawi yang liar yang melingkupi dirimu.

aneh memang, tapi didetik yang jatuh pada malam ini setelah melampui sekian tahun; saya pun mengaku telah jatuh cinta pada kamu. jatuh cinta di waktu kemarin saat ingatan mengantarkan saya ke awal mula perjumpaan kita. saya jatuh cinta pada kamu, jatuh cinta untuk melihatmu jatuh cinta lagi, mencintai perempuan lain yang juga mencintaimu. seperti katamu padaku yang ingin selalu menginginkan kebahagiaanku; maka sepatutnya kau pun berbahagia, meski dendam masih menganga.

PS: untuk laki-laki yang membuat saya jatuh cinta, tolong jangan sombong dan besar kepala membaca pengakuan ini, karena saya mencintaimu dengan segala kebodohan-kebodohan saya, karena memang saya ingin selalu menjadi perempuan bodohmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s