Ingatan tentang Rumah

disetiap rintik hujan, saya ingin pulang, menyusuri lagi jalan saat kaki kanakku belajar berdiri, berpegang lagi pada angin yang membelai ditiap mimpi…disetiap rintik hujan, saya ingin pulang

jika ada yang bertanya pada saya dari mana saya berasal, dengan cepat saya akan menjawab “Manado”. kota kecil dengan segala kecanggungan khas wilayah timur Indonesia menjadi ‘rumah’ bagi saya. mengapa rumah saya tuliskan dalam tanda kutip? karena sebenarnya saya tidak memiliki darah manado sama sekali, bapak yang asli salatiga dan ibu yang berdarah makassar, membesarkan saya di tanah minahasa, belajar budaya minahasa, dan tumbuh menjadi gadis minahasa.

tidak perlu marga, tidak perlu juga asal-usul darah yang mengalir di badan menjadi semacam identitas seseorang, saya dengan yakin berkata bahwa kampung saya di Manado. kemudian bapak ditugaskan di pulau jawa, tepatnya di Semarang, sebuah kota yang asing, yang hanya saya tau dari berita-berita dan majalah, kota yang asing.

menetap di Semarang kemudian berkelana dari satu kota ke kota lain, menetap untuk jangka waktu tertentu dan pada hari saya melihat berita di TV mengenai banjir bandang yang menghantam Manado membuat saya sadar bahwa sudah terlalu lama saya berada jauh dari rumah, terlalu lama saya merantau, dan yang saya bawa hanya ingatan masa kecil saya tentang rumah.

tentang musim cengkeh, jalan-jalan yang hampir penuh dengan hamparan cengkeh. tawa anak-anak mengumpulkan cengkeh yang jatuh ditanah, menampinya, menimbangnya dan sekian rupiah menjadi pelengkap di masa panen cengkeh.

tentang sungai yang jernih, batu-batu hitam, berlari telanjang, bermain di riak air. tentang laut, matahari yang tenggelam, ombak yang marah, ombak yang sepi, perahu yang lelah, bersandar di pasir hangatnya. tentang gunung yang cantik, berpoleskan kabut dingin yang ramah, bunga-bunga serupa penari, ikan-ikan selayaknya prajurit.

kampungku….saya rindu pulang, pulang ke rumah yang kini berubah menjadi raksasa beton, topeng yang dipoleskan tangan-tangan rakus yang menggerayangi ditiap lekuknya. saya rindu pulang….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s