kepada kenangan

di waktu saat saya masih saja terbangun di tengah malam, di jeda antara kesibukan, saya masih memikirkan tentang kita yang kemarin. tentang kamu lebih tepatnya. sudahkah kau menemukan jalan pulang? jalan yang menuntun menuju ke mimpi berikutnya? kau meminta aku menghapus dirimu dari ingatanku, hal yang mustahil yang bisa dilakukan oleh manusia. tidakkah kau tau jika saja ada alat yang bisa menghapus ingatan, saya pasti akan mempertaruhkan apa saja agar bisa memiliki alat itu.

saat ini saya sedang mencoba untuk melangkah lagi, kata orang butuh keberanian besar untuk langkah pertama, tapi bagi saya adalah sebuah tantangan untuk tetap melangkah sejak langkah pertama, karena masih saja saya melihat ke arah jalan yang membawamu pergi.

saya tidak pernah menyesali hari dimana kau menengok kepadaku dengan carrier di punggungmu, mengulurkan tanganmu dan saya meraihnya……..hari dimana saat itu saya jatuh cinta kepadamu!

Masa lalu tidak pernah hilang. Ia ada tetapi tidak tahu jalan pulang, untuk itu ia menitipkan surat-kadang kepada sesuatu yang tidak kita duga. Kita menyebutnya kenangan. (Aan Mansyur)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s