pertanyaan tentang hidup

seorang kawan bertanya pada saya tentang hidup…
“Rin, abis ini kamu mau kemana?” tanyanya. spontan saya pun menjawab “gak kemana-mana..”

lalu obrolan pun mengalir, tentang rencananya soal hidup, kemudian berencana menikahi pacarnya, mulai menabung sekedar untuk bisa mencicil sebuah rumah (jaga-jaga kalau pengajuan KPRnya ditolak), ingin punya anak berapa, namanya sapa aja, dan segala macam hal-hal indah.

saya? sibuk mendengarkan dan menghabiskan jagung bakar, karena pisang bakar sudah antri untuk disantap.

saya berkata, “kalo butuh sprei beli sama saya saja”. lalu kami pun tertawa. namun tawa itu tak lama karena dia bertanya apa yang saya cari dari hidup, kelak saya ingin menjadi siapa dan laki-laki yang seperti apa yang bisa masuk kedalam hati saya.

saya pun berkata jika saat ini saya hanya fokus sama satu hal; kuliah dan india, selain itu gak ada, kecuali menyembuhkan patah hati yang semakin lama semakin akut termasuk didalamnya. bekerja dan melakukan banyak hal bisa jadi “pelarian” buat saya. cinta itu salah satu hal omong kosong saat ini, termasuk pernikahan.

mendengar perkataan saya dia pun mendebat dengan berbagai argumen, mulai dari yang paling dasar adalah alasan agama hingga alasan eksistensi manusia.

pernikahan itu hal yang indah, saya suka dengan pernikahan, dengan ritualnya apalagi makanannya, tapi bukan itu, apakah sanggup ada yang menempatkan perempuan sejajar dalam konsep rumah tangga? tanya saya?

saya tidak ingin menikah, tidak sampai ada yang betah berlama-lama ngobrol dengan saya tentang hal-hal sepele, basi, saling memaki, dan menertawakan, kemudian pulang dan berselimutkan rindu. saya hanya mencari laki-laki yang tidak malu menggandeng tangan saya yang kotor karena suka mencampur cat dan sibuk dengan gulungan kanvas, bahkan tidak akan mengetuk pintu kamar saat tau saya sedang dikejar deadline kerjaan atau hanya sibuk membaca buku yang baru saja saya beli. tidak menuntut saya diam dirumah, tapi turut merapihkan pakaian saya di ransel dan akan lebih menyenangkan jika kita berdua bisa pergi ke suatu tempat dan tersesat bersama. mengerti cara saya mencintai Tuhan bukan kemudian menceramahi saya, tidak berbohong saat makanan yang saya sajikan tidak enak, bahkan saya akan lebih senang jika dia mengajari saya masak nasi, karena itu satu-satunya kelemahan saya didapur; tidak bisa masak nasi dengan komposisi yang pas. jika ada lelaki seperti itu saya akan mencintainya, dan akan selalu jatuh cinta berkali-kali terhadapnya.

lalu kawan saya berkata bahwa itu ada dalam imajinasi saya saja. memang semua itu ada dalam imajinasi saya, sempat saya berpikir bahwa saya sudah menemukannya, bahwa ada seseorang yang telah membuat saya jatuh cinta berkali-kali di setiap pergantian hari, sayang dia hanya sekedar mampir saja.

saya hanya perempuan yang memiliki banyak ketakutan, takut dengan perasaan gagal, takut tidak bisa membanggakan orangtua; dan hal ini kemudian mengantarkan ingatan saya pada saat saya kecil, ketika ditanya oleh orang-orang mau jadi apa kelak saya pasti menjawab “orang kaya yang bisa ongkosin ibu-bapak naik haji”

dan beranjak dewasa saya malah belum bisa memberi banyak terhadap orangtua, bapak-ibu yang semakin renta, dan anak perempuannya yang masih saja berkutat dengan pertanyaan-pertanyaan ‘hidup itu untuk apa?’

hidup itu untuk kemudian mengulangi segala omong kosong!

jadi, jangan pernah tanya saya tentang jatuh cinta, menikah, dan kemudian memiliki anak…..itu semua adalah omong kosong…..

Advertisements

2 thoughts on “pertanyaan tentang hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s