firasat

apakah kau percaya firasat? seperti apa kiranya firasat itu? apa bedanya firasat dengan..hmm…dengan perasaan-perasaan lain? saya, apakah saya percaya dengan firasat? entahlah…

pukul 12.30 am saya masih berada di kantor, jam segini masih berkutat dengan pekerjaan-pekerjaan yang sebenarnya bisa dilanjutkan besok, namun karena saya masih belum ngantuk dan bekerja adalah semacam candu jadi saya memilih untuk tinggal lebih lama di kantor; yaa bisa dibilang bekerja adalah salah satu cara bagi saya untuk melarikan diri dari segala masalah.

saat saya masih asyik dengan pekerjaan saya, kakak saya mengirim pesan singkat bertanya apakah saya merasakan atau mengalami hal-hal aneh akhir-akhir ini? saya membalas pesannya dengan mengatakan tidak ada hal atau perasaan aneh, saya tidak mungkin mengatakan padanya bahwa saya baru saja patah hati..terlalu kekanak-kanakan.

kakak saya pun bercerita tentang adik saya yang saat ini sedang bekerja di sebuah bank di Bandung. adik saya bercerita bahwa ketika dia ulang tahun di bulan februari kemarin temannya bermimpi tentang dia yang melaksanakan pernikahan, kemudian adik saya pun bermimpi bahwa Alm. nenek datang dan duduk disampingnya sambil mengatakan bahwa nenek rindu padanya. kakak saya berkata bahwa mimpi itu terjadi 3 hari berturut-turut, dan kemarin saat adzan maghrib ada burung gagak terbang diatas rumah.

saya tidak membalas pesan kakak saya, bagi saya firasat ataupun pertanda atau apapun itu hanya membuat kita tersugesti dan menjadi takut, saya memilih tidak percaya hal-hal yang bersifat mitos. kenapa mitos? banyak yang mengatakan jika mimpi keluarga atau teman menikah maka orang yang dimimpikan mengalami musibah, burung gagak tanda sial, aah mitos saja itu.

firasat…saya tidak tau sejauh mana itu bisa dijadikan patokan. hidup ini milik Tuhan, saya yakin Tuhan sayang saya, sayang keluarga saya dengan cara yang tidak saya mengerti. saya hanya minta bahwa semua pasti baik-baik saja, adik saya, orang tua saya, dan kakak saya semua akan baik-baik saja, kita akan tumbuh, menjadi tua bersama selalu sebagai keluarga.

PS: saya mulai takut tapi mencoba untuk tetap waras, Tuhan tau yang terbaik dan saya berharap bahwa keluarga saya pasti baik-baik saja. saya sayang mereka melebihi apa pun di dunia dan Tuhan tau itu!

Advertisements

3 thoughts on “firasat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s