Pergi

Kau tau seperti apa rasanya saat hujan turun, dan bagaimana merajut rindu dari tiap-tiap rintiknya?
Duduk diteras rumah dengan secangkir teh yang mengigil kedinginan, suara-suara kodok yang bersahutan, dan kenangan yang berlarian di genangan air.
Waktu sudah habis, matahari telah tinggi, tidakkah ada yang meranggas selain penyesalan?

Akhirnya aku pun mesti pergi. Menyelinap di sela hujan. Menjelma tanah basah. Dan mengering pelan-pelan. (Gunawan Maryanto)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s