saya bercerita padamu mengenai kehilangan

untuk Kiki, 

jika saja saya berada disampingmu saat ini saya pasti memelukmu erat-erat hingga kau tak bisa bernapas, saya akan menarik tanganmu dan berlari kencang-kencang hingga kau merasa kekurangan oksigen dan saya akan menari didepanmu dengan gaya konyol hingga kau tak kuat lagi menahan tawa dan jatuh terpingkal-pingkal. saya akan melakukan itu jika berada disampingmu saat ini, apa kau percaya saya akan melakukannya? hahahahha, yang pasti akan saya lakukan adalah duduk disampingmu kemudian mendengarmu bercerita, melihatmu menangis dan kemudian berkata ‘udah selesai nangis?’ lalu kita akan duduk-duduk di jalan layang seperti anak-anak alay dan melihat lalu lalang kendaraan dan disanalah saya akan memintamu untuk meletakkan setiap kesedihanmu pada kendaraan yang lewat agar kau bisa melihatnya pergi…pelan-pelan dengan kecepatan 60 – 80 km/jam.

kau tau kehilangan itu hanya ada jika kau merasa memilikinya; kehilangan itu tak benar-benar ada, yang ada hanya momen-momen saja yang tertinggal di ingatan – itu yang kita sebut kenangan. perihal kehilangan adalah hal biasa, sama saat kau bangun di pagi hari dan kau sadar berapa jam yang telah kau lewatkan untuk tidur, sama saat kau memutuskan untuk pergi kantor dengan kendaraan umum nomor 6 misalnya, kendaraan bernomor 3 yang biasa kau tumpangi pasti kehilangan hadirmu, dan sama halnya saat kau meniup lilin ulang tahun, kau kehilangan cahayanya dan yang tersisa asap yang pelang-pelan pun hilang. itulah kehilangan….hal-hal biasa saja.

saya tidak akan berkata padamu move on dong…kata-kata yang sering kali diucapkan oleh banyak orang pada saya hingga kini. saya tau rasanya susah melupakan saat-saat bersama orang yang pernah hadir di hari-hari kita. hidup ini indah, serius…tanpa harus move on pun kau bisa menyadari bahwa hidup ini terlalu indah untuk sekedar habis dalam tiap-tiap tetes air matamu.

perpisahan memang menyakitkan, siapa sih yang sanggup menghadapi sebuah perpisahan tanpa lubang di hati mereka? hadapi saja, lihat kepergiannya baik-baik, perhatikan bagaimana dia menatapmu untuk terakhir kali, ingat bentuk punggungnya saat dia berbalik arah selepas mengucapkan selamat tinggal, hitung tiap langkahnya. lakukanlah hal yang sama pada dirimu, berbaliklah pelan-pelan, hitunglah langkahmu hingga sampai di langkah keberapa air matamu berhenti mengalir, selepas itu tegakanlah kepalamu. peduli setan dengan mata bengkak, biarkan orang tau kau habis menangis, biarkan orang lain tau bahwa ada perpisahan yang menyakitkan yang baru saja mengambil alih hatimu, bahwa baru saja ada luka yang menggores di perasaanmu. biarkan saja orang lain tau, masa bodoh dengan mereka..jangan malu…ini wajar, ini biasa.

perpisahan baru saja mengucap salam padamu, kehilangan kini menghuni perasaanmu, ada sepi yang menghalangi jalanmu, ada sedih yang menggantung di sudut matamu. ajak saja mereka keluar, sekedar menikmati matahari sore, jagalah mereka baik-baik; seolah-olah tamu jauh yang butuh tempat istirahat, dan yakinkan dirimu bahwa mereka tidak akan pernah datang lagi di hidupmu, percayalah!

hey Ki, tiap-tiap dari kita berhak bahagia, dan bahagia itu sedang menuju kearahmu, sabar saja. entah dalam rupa apa bahagia itu, bisa jadi kau temukan di jalanan yang berlubang, atau koin seratus yang jatuh, atau bungkus tempe mungkin. kau hanya butuh waktu bersiap-siap, rapihkanlah rumahmu, pergilah ke pasar beli bunga yang pertama kau pegang, tersenyumlah pada tiap-tiap kaca yang memantulkan wajahmu, berbicaralah pada apa-apa yang kau temui di luar.

kau pernah bertanya padaku apa yang aku lakukan agar bisa bahagia? menertawakan tiap-tiap hal random yang saya lakukan. kali ini saya memotong habis rambut saya, membeli berikat-ikat bunga chrysant, pergi ke pasar pada jam 1 malam kemudian teriak kegirangan karena menemukan penjual buah kepel, duduk di jalan layang menghitung detik-detik bergantinya lampu merah ke hijau lalu ke kuning. sesederhana itu saja.

hidup itu untuk dijalani, bukan untuk dipikirkan, kasian sekali otakmu itu, sudah bekerja keras di kantor dipakai untuk mikir, masih juga kau pakai untuk mikirin hidup…berkawanlah dengan sedih dan sepi, karena bisa kau perkenalkan dua hal itu kepada anakmu kelak. hal yang luput yang tak pernah kita pelajari adalah bagaimana seharusnya menghadapi kehilangan, rasa sedih dan sepi; selama ini kita hanya tau bahwa jatuh cinta itu indah. aahh tidak juga, cinta datang satu paket dengan 3 hal yang saya bilang tadi: kehilangan, kesedihan, dan kesepian.

saya sudah bercerita banyak padamu tentang kehilangan, dan kau pun sendiri lihat bagaimana saya menghadapinya. kasus kita beda memang, saya-lah yang mengundang kehadiran kehilangan itu, dan paket tambahan lain yang harus saya terima adalah penyesalan yang kemudian datang. gak apa-apa, kadang kita harus menyesal memang, biar tau rasanya seperti apa.

Ki, apa kau capek? istirahat saja, duduk dulu, diam dulu, rebahan saja dulu, lihat apa yang sudah terjadi, nengok sebentar ke masa lalu, oh ya apa kau sudah membuat daftar ‘baik’ dan ‘buruk’ orang yang kau sayang itu? jangan lupa buang atau bakar yang ‘buruk’ ya, daftar yang ‘baik’ itu kau simpan di saku dekat dadamu, tempat paling dekat dengan degup jantungmu, jika kau rindu dia bukalah daftar ‘baik’ itu hapalkan satu kemudian taruh di ingatanmu, sampai daftar itu habis dan berpindah di ingatanmu saja. kau tau alasan kenapa saya menyuruhmu menyimpan yang baik dan membuang yang buruk? karena beban dari daftar ‘buruk’ terlalu banyak, punggungmu gak akan kuat memanggulnya dan kau hanya akan selalu terluka. sedang yang baik itu ringan, sakumu muat membawanya. ingat perjalananmu masih panjang.

ingat yang baik-baik saja tentang dia, karena dia pernah memberi sebuah lengkung paling indah yang menghias wajahmu – senyum. pun jika kau menangisi kepergiannya, lengkung itu tetap ada di wajahmu, karena hal ‘baik’ tentangnya yang tertinggal.

saya sudah bercerita banyak tentang kehilanganmu. saya mau istirahat dulu, membiarkan rindu menggambar wujudnya, berharap ke muara yang tak lagi milikku.

berbahagialah…hadapi semua sedihmu….berbahagialah…(sst..ini penggalan lirik lagu FSTVLST) :p

PS: jangan lupa minum air putih banyak, kalau mau nangis ambil kaca dan liat betapa jeleknya kamu kalau menangis. 

 

salam,

 

irine

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s