Kita yang membaca

mtf_mOFaz_919

Saya pernah membayangkan, kita – diakhir pekan menghabiskan waktu berdua saja, mendatangi sebuah kafe kecil, memilih untuk duduk di tempat paling sudut, kemudian bertanya “kamu mau pesan apa”. Kamu lalu sibuk memilih untuk memesan kopi atau teh, sedang saya langsung menulis dilembar kertas; coklat panas.

Lalu kau mengeluarkan buku yang sudah kau siapkan, sedang saya akan sibuk menatap jejeran buku yang dipajang di rak kecil kafe itu, memilihnya dan kemudian kembali duduk berhadap-hadapan denganmu.

Kita tidak berbicara, pun tidak menghiraukan pesan-pesan yang masuk di ponsel, kita terlalu larut di baris-baris kata.

Kadang saya mencuri pandang, memperhatikan alismu yang saling bertaut dan kau mendapatiku menatap tiap-tiap jengkal wajahmu.

Karena malam terlalu lekas, kita pun bergegas pulang.

Kadang saya membayangkan kita bisa berdua, membaca hal-hal yang tak mampu kita eja….

DI RESTORAN
Kita berdua saja,  duduk
Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput kau entah memesan apa.
Aku memesan batu di tengah sungai terjal yang deras kau entah memesan apa.
Tapi kita berdua saja, duduk.
Aku memesan rasa sakit yang tak putus dan nyaring lengkingnya, memesan rasa lapar yang asing itu. (Sapardi DJoko Darmono)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s