Bahagia itu…

Banyak yang bilang ‘kerjakan apa yang kamu suka,’ namun tidak sedikit yang mengerjakan apa yang harus dikerjakan. Being realistic itu alasan yang paling sering saya dengar.

Saya adalah orang yang (paling) beruntung, mendapatkan pekerjaan impian yang sedari kecil saya cita-citakan, wartawan. Tidak mudah memang, saya harus mengalami penolakan berkali-kali, pun pernah berkata pada diri sendiri ‘udah Ren, emang gak rejekinya sih!.’

But here I’am, menjadi salah satu reporter di sebuah media (baru) dengan pemimpin redaksi yang dari dulu saya kagumi; Farid Gaban. Setiap pagi, berdiskusi banyak hal, bukan dengan dia saja, tapi juga dengan kawan-kawan lain.

Saya tidak tahu akan berapa lama bertahan dengan kehidupan wartawan, tapi saya yakin – layaknya seorang ronin – ini jalan yang saya pilih. Seminggu sudah berlalu. Setiap malam datang, saya selalu berharap pagi datang lebih cepat agar bisa duduk di newsroom dan berdiskusi tentang segala hal. Meskipun saya harus tidur larut, bangun lebih pagi dan berdesak-desakkan di busway. Saya menyukai segala hal yang ada di setiap rutinitas baru ini.

Setiap orang berhak bahagia, dengan cara apa pun. Dan saya bahagia, setiap hari bahagia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s