Perpisahan….

ki-ka: Jody, Kristian, Arwani, Miko, Inong, Irine, Reja, Jawir Depan ki-ka: Roro, Manda

ki-ka: Jody, Kristian, Arwani, Miko, Inong, Irine, Reja, Jawir
Depan ki-ka: Roro, Manda

Hari ini mengucap lagi ‘sampai jumpa’ kepada tiga orang rekan kerja, hmm saya lebih memilih kata kawan.

Memang baru dua bulan saya mengenal mereka, Viriya Paramitha alias Jawir (dia ini laki tulen, jangan terkecoh dengan namanya), Felix Jody (mas gondrong berwajah dingin ala film mandarin), dan Amanda Tabrani (sesama ‘penikmat’ mas-mas ganteng seksi sejenis Jamie Dornan), tapi dua bulan yang cukup bahkan amat sangat menyenangkan mengenal mereka.

Viriya, akrab disapa Jawir, awalnya saya pikir adalah perempuan, ternyata pemain teater, dan silahkan berbincang apa saja dengan dia, terutama yang berkaitan dengan seni, akan ada banyak hal yang bisa dia ceritakan. saya seketika berpikir kelak dia bakal menjadi ‘The Promising’ Budayawan. Laki-laki yang punya ketawa yang khas dan tidak bisa ditiru oleh siapapun, ciri khas seorang Jawir. Tulisan Jawir oke punya lho.

Felix Jody, laki-laki gondrong dengan rambut indah sebahu. tips dari Jody supaya punya rambut indah adalah jangan keramas selama beberapa hari, kalau rambut lepek pakai saja headband. sekali keramas rambut pasti terlihat lebih bagus. Silahkan dicoba. Fotografer yang karyanya (bagi saya) amat sendu dan melankolis. Awalnya saya pikir Jody adalah laki-laki dingin, tapi ternyata…..cerewet juga. Please Jod, jangan lupa kalau kamu janji ngajak saya ke Riau…

Amanda Tabrani, seorang reporter yang kalau sudah ngomongin Jamie Dornan bisa cekikikan sendiri. Saya ‘iri’ dengan Manda dan pacarnya, yang berani keluar dari zona nyaman ala ibukota dan pindah ke kota kecil di Flores untuk membuat media mereka sendiri. Setiap Manda menceritakan rencana-rencana yang akan dilakukan di Flores nanti, saya selalu membayangkan betapa menyenangkan petualangannya kelak.

Lepas dari perkenalan yang singkat, bagi saya, Jawir, Jody, dan Amanda, adalah kawan yang memberi saya banyak cerita…mereka telah memilih jalan lain untuk mencapai mimpinya. Apapun itu, semoga dan semestinya kelak kita harus bertemu dan berbincang-bincang lagi…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s