Berantakan

“kamu orang paling berantakan” ujarnya sambil menepuk pelan jidat saya.

hari ini saya bingung, bertanya (lebih tepatnya sedikit ngeyel dan mulai menyebalkan) jika dia melihat ikat pinggang coklat serta charger ponsel dengan kabel putih. namun ketika ditanya dimana terakhir saya menaruh kedua benda itu? saya hanya berkata “lupa.”

memang saya selalu teledor menempatkan barang-barang, hingga seringkali kehilangan barang itu. mungkin – bukan mungkin tapi harus – mulai belajar menata kembali, mulai dari hal-hal sederhana.

ketika segala sesuatu ada pada tempatnya, kemudian apa yang harus dicari? hal-hal yang alpa, hal-hal yang kita sebut hilang, tidak lagi memiliki tempat. lalu apa yang bisa dicari?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s