Kenyataan

Sudah hampir dua bulan saya kembali ke tanah air (duuhh bahasanya), setelah mengelilingi tiga benua, satu samudra dan entah berapa lautan. Indonesia memang lebih indah dalam banyak hal, termasuk tidak membuat kulit saya gosong dan rusak (tos sama matahari Indonesia). Hingga kini saya masih merasakan bahwa itu adalah mimpi; mimpi melihat matahari terbit dan terbenam di terusan suez, melintas laut Eropa, melewati jalur perairan paling berbahaya di dunia, dan jatuh cinta.

Ya, saya jatuh cinta pada hal-hal yang satu per satu menjadi nyata. Perjalanan 3 bulan kemarin bisa dikatakan perjalanan spritual; bukan karena saya bisa bertamu ke rumah Allah. Lebih dari itu, saya merefleksikan banyak hal, seperti pola komunikasi dengan keluarga saya, menahan emosi, lebih tenang dan yang pasti saya sudah bisa memetakan tujuan hidup saya.

Saya sudah berada satu langkah meraih mimpi, sekarang tinggal mengejar mimpi lainnya. Kenyataan, saya memang bekerja sebagai jurnalis tapi apakah saya sudah benar-benar ‘jurnalis?’

Karena Jurnalis adalah hal yang mengalir dari darahmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s