Perempuan dan Jatuh Cinta

“Aku jatuh cinta dan akan menikah dengannya,” ujar perempuan itu sambil mengulurkan sumpit mengambil sepotong daging bebek hainan. Sahabatnya terdiam, sedetik dua detik, hingga detik kesekian ada jeda diantara dua sahabat yang duduk berhadap-hadapan.

“Jatuh cinta? Ini bukan kali pertama kamu berkata jatuh cinta,” ujar sahabatnya.

“Kamu yakin bisa tahan dengan pernikahan?” tanya sahabatnya sambil menatap tajam ke arah perempuan itu.
“hmm…gak tau. Dia memintaku untuk menikah dengannya, ada yang salah?” tanya perempuan itu. Kali ini sambil membalas tatapan sahabatnya. Ada nada tidak yakin di pertanyaannya.

“Apa yang kau tau dari jatuh cinta?” tanya sahabatnya yang kemudian menghentikan makan dan melipat kedua tangannya didepan dada.

“Ada rasa degdegan, bahagia, rindu, marah..apalagi ya?” jawab perempuan itu sambil mengetuk jari-jari tangannya diatas meja.

“Itu bukan jatuh cinta, itu hal biasa” ujar kawannya.

“Gak kok. Itu jatuh cinta. Kau tau tidak, aku selalu memiliki firasat akan hal-hal tertentu tentangnya. Saat dia tertimpa musibah misalnya, aku merasakan ada hal buruk menimpanya. Yang ajaibnya, aku tau dia bakal datang meski dia belum memberi kabar. Aku selalu mengingatnya setiap saat. Dan aku akan menikah dengannya, segera!” ucap perempuan tersebut.

“ah rasa degdegan, bahagia, apalagi yang tadi kamu sebutkan itu hanya pengaruh endorfin. Sedang firasat, aku tadi pun mendapatĀ  firasat jika akan makan enak malam ini,” ujar kawannya sambil tertawa.

“Jatuh cinta lebih dari itu, kamu bahkan tidak akan menemukan alasan apapun. Jatuh cinta itu tidak bisa didefinisikan. Hal yang kamu sebutkan tadi sudah aku dengar bertahun-tahun lalu, saat kau ‘jatuh cinta’ dengan siapa itu anak bandung itu? atau anak band yang kau bilang keren itu. Buktinya kamu menyudahi hubungan kalian dengan gampang.”

“Eh yang di Bandung, dia memutuskan aku begitu saja. Memang di saat yang tepat saat aku merasa bosan. Sedang anak band itu, entahlah. Aku merasa yaa bosan saja dengan kebiasaan-kebiasaan yang sering kami lakukan.” Jawab perempuan tersebut.

“Lalu saat kau menikah dan bosan apa kau akan mengakhiri pernikahan kalian?” tanya sahabatnya.

“Sapo tahunya tidak enak, terlalu manis,” ucap perempuan itu. Sahabatnya terus memperhatikan perempuan yang baru saja mengatakan jika sapo tahu yang mereka pesan tidak enak, namun tidak berhenti mengulurkan potongan-potongan tahu kedalam mulutnya.

“Sapo tahunya enak atau tidak enak?” tanya sahabatnya.

“Tidak enak,” jawab perempuan itu setelah sebelumnya menelan sapo tahu yang telah lumat didalam mulutnya.

“Lalu, kenapa kau terus memakannya?” tanya sahabatnya sekali lagi.

“Entahlah, sayang kalau tidak dihabiskan” jawab perempuan itu ringan.

“ada aku yang bisa menghabiskannya, atau bisa bungkus bawa pulang,” kata sahabatnya.

“Tidak enak. Aku hanya tidak bisa berhenti memakannya meski tidak enak.” jelas perempuan itu.

“Seperti itu jatuh cinta, kau tau ada hal yang tidak enak namun kau bertahan. Kau bertahan dari hal yang tidak kau sukai, bukan kemudian berhenti karena bosan seperti alasanmu selama ini.” jelas sahabatnya dengan nada yang sangat serius.

Perempuan itu terdiam. Ada perasaan ragu menghampirinya.

“Bersamanya aku selalu merasa ada tantangan dalam hubungan kami. Sama halnya saat dia memintaku menikah dengannya. Saat itu aku merasa tertantang. Menurutmu apa aku jatuh cinta?” Tanya perempuan itu.

“Kau yang bisa menjawabnya, karena perasaan itu kau yang rasa. Tapi ingat pernikahan bukan sebuah tantangan untuk ditaklukkan, kau tidak bisa dengan gampang mengakhirinya,” jelas sahabatnya.

Perempuan itu menatap nanar ke jendela restaurant. Dia sedang tidak memperhatikan barisan kendaraan yang terjebak macet. Dia hanya mencoba mencerna apa yang dikatakan sahabatnya.

Tiba-tiba dia teringat ramalan yang diucapkan oleh salah seorang kawannya, hal itu membuatnya bergidik ketakutan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s